Penyuluhan Tentang Virus Corona di RSCK Tzu Chi

Thursday, 05 March 2020

Dokter Patria Wardana Yuswar mengedukasi pasien dan keluarga pasien tentang pencegahan virus corona (Covid-19).

Informasi yang benar tentang pencegahan penularan virus Corona (Covid-19) sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Karena itu, Rumah Sakit Cinta Kasih (RSCK) Tzu Chi Cengkareng juga terus mengedukasi masyarakat terkait ini, salah satunya melalui penyuluhan. Seperti hari ini, Rabu 4 Maret 2020, penyuluhan ditujukan kepada para pasien dan keluarga pasien yang tengah menunggu di ruang rawat jalan.

Jadi, dalam kondisi seperti apa sih kita perlu memeriksakan diri untuk mewaspadai apakah kita terkena virus Corona atau tidak? Dokter Patria Wardana Yuswar menjelaskan, pertama apakah ada gejala batuk, kemudian demam, apalagi disertai dengan sesak napas. Lalu yang lebih penting, apakah kita ada kontak secara langsung dengan orang-orang yang sudah terinfeksi Covid-19.

“Di Indonesia baru ditemukan beberapa hari ini. Namun pada dasarnya harus ada kontak dengan orang-orang dari negara yang terinfeksi virus Corona, di antaranya negara Tiongkok. Jadi kalau tidak ada riwayat kontak dengan orang-orang tersebut sebenarnya tidak usah khawatir bahwa kita terkena inveksi virus Corona,” jelas Dokter Patria.  

Para pasien dan keluarga pasien mengaku edukasi seperti ini membuat mereka lebih mengerti sehingga tak sepanik sebelumnya. 

Menyikapi kepanikan di tengah masyarakat saat ini, Dokter Patria menjelaskan, jika melihat data dari organisasi kesehatan dunia atau WHO, case fatality rate atau angka kematian akibat Covid-19 ini di kisaran 2-3 persen. Meski data ini belum final, tapi bisa memberi gambaran bahwa penyakit ini walaupun bisa menimbulkan kematian, tapi angkanya tidak begitu besar dibanding penyakit yang sudah ada di Indonesia contohnya TB.

“Jadi kepanikan yang ada saat ini, semestinya tidak sampai seperti itu. Namun karena hal ini hal baru, sehingga itu cukup wajar,” katanya.

Covid-19 meski didengung-dengungkan bahwa obatnya belum tersedia, namun virus ini sendiri pada dasarnya bukan seperti virus HIV ataupun virus hepatitis B yang bisa menginfeksi seumur hidup. Virus ini masuk kategori self limiting desease atau bisa sembuh dengan sendirinya asalkan daya tahan tubuh cukup baik karena imunitas itu sendirilah yang akan melawan virus tersebut.

“Dan itu bisa tercapai dalam kisaran waktu kurang lebih beberapa minggu pasca terinfeksi,” terang dokter Patria.  

Tim medis RSCK Tzu Chi juga mempraktikan cara memakai handrub yang benar.

Dokter Patria pada penyuluhan ini juga memberikan tips kesehatan kepada para pasien dan keluarga pasien. Jika Anda pergi ke tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul, seperti mal, pasar, atau transportasi umum seperti bus atau kereta, pastikan kondisi kesehatan kita baik. Kalau sedang tidak fit atau daya tahan tubuh sedang turun sebaiknya hindari keramaian karena membuat kita mudah terinfeksi.

Yang kedua, kalau di sekitar kita ada yang batuk atau pilek, kenakan masker. Meski begitu, masker sebenarnya diutamakan bagi yang sedang sakit.

Ketiga, kalau kita sudah menyentuh bagian-bagian dari kendaraan umum atau tempat-tempat umum, jangan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan dengan sabun ataupun dengan handrub berbasis alkohol. Karena di situlah jalur penularan virus yang paling utama, bukan hanya virus Corona, tapi virus atau bakteri lainnya.

Hal lain yang tak kalah penting juga adalah perhatikan makanan yang kita konsumsi. Yang dianjurkan adalah makan sehat dengan gizi seimbang, yaitu ada karbohidratnya, protein, lemaknya dalam bentuk lauk dan ada kandungan sayur dan buah disertai juga dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup. Jangan lupa pula aktivitas fisik yang teratur atau olahraga karena itu juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Para audience juga diajarkan cara menggunakan masker yang benar.

Selain makanan, untuk menjaga daya tahan tubuh supaya baik dan terjaga, perhatikan juga kualitas tidur. Lama waktu tidur beragam sesuai usia, namun untuk dewasa kurang lebih 7-8 jam sehari meski ada juga tipe orang yang kebutuhan tidurnya lebih sedikit.

“Namun pada dasarnya adalah bagaimana cara supaya saat kita bangun di pagi hari tanpa bantuan dari misalkan kopi atau zat lainnya kita bisa tetap terjaga dan produktivitasnya maksimal, berarti tidur kita sudah cukup,” terang Dokter Patria.

Sementara itu, Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi sendiri juga sudah menyiapkan diri untuk merespon banyaknya masyarakat yang akan memeriksakan kesehatannya. Persiapan ini mulai dari alur, dari sistem standar prosedur operasinya jika menemukan orang yang kena kasus yang dicurigai sebagai infeksi dari Covid-19. Lalu juga dari berbagai alat pelindung diri atau APD, disertai juga dengan jalur komunikasi dengan dinas kesehatan setempat.

 

Editor: Hadi Pranoto

Jurnalis : Khusnul Khotimah

Fotografer : Aditia Saputra

 

Sumber : http://www.tzuchi.or.id

Telp. 021-55963680 | IGD. 021-55963600 | info@rscktzuchi.co.id

Hak Cipta©RS Cinta Kasih Tzu Chi 2015

Back to top